,

Counter-Strike: Global Offensive Tak Hanya Berdampak Negatif


Pada zaman yang modern ini, banyak produk teknologi yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Salah satu produknya yang canggih dan marak diminati orang adalah game online. Kali ini, game online yang akan dibahas merupakan game first-person shooter yang mengutamakan keahlian menembak, yaitu Counter-Strike: Global Offensive.

Pada awalnya, Counter-Strike merupakan sebuah modifikasi dari game Half-Life yang dirilis oleh Minh Le dan Jess Cliffe pada tahun 1999, yang kemudian dirilis kembali oleh Valve Corporation menjadi Counter-Strike pada tahun 2000. Berkat kesuksesan game ini, Valve Corporation pun merilis banyak sekuel untuk seri Counter-Strike, dimulai dari Counter-Strike: Condition Zero (2004), Counter-Strike: Source (2004), dan yang paling terbaru adalah Counter-Strike: Global Offensive (2012). Sekarang game tersebut dijual oleh Steam dengan harga normal sekitar Rp115.000,-.

Counter-Strike: Global Offensive memiliki lima kategori permainan: Deathmatch, Arms Race, Demolition, Casual, dan Competitive. Dalam kategori Deathmatch, pemain akan bertanding secara individual untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin dengan cara mengeliminasi musuh dalam waktu sepuluh menit. Dalam kategori Arms Race, pemain akan bertanding menggunakan level yang meningkat setiap kali mengeliminasi dua orang musuh. Setiap level meningkat, senjata akan berganti dari yang paling mudah digunakan ke yang paling sulit digunakan, yaitu pisau. Dalam kategori Demolition, tim pemain yang mengeliminasi semua musuh atau berhasil meledakkan bom akan menang. Dalam kategori Casual dan Competitive, ada tiga jenis permainan: Bomb Defusal, Hostage Rescue, dan VIP Escort. Perbedaan antara kategori Casual dan Competitive terletak pada jumlah pemain dan kemampuan menembak. Kategori Casual memiliki sepuluh orang pemain per tim sedangkan kategori Competitive memiliki lima orang pemain per tim dan biasa dimainkan oleh pemain yang sudah ahli.

Selain memahami berbagai kategori permainan, pemain juga harus memahami tipe senjata yang sesuai, peta lokasi, dan juga radar. Beberapa tipe senjata dan contohnya: Melee (Knife), Handgun (P2000, Five-SeveN, Desert Eagle, Dual Berettas), Shotgun (XM1014, Nova, MAG-7), Submachine Gun (P90, UMP-45, MP9, PP-Bizon), Assault Rifle (AK-47, AUG, FAMAS, Galil AR), Sniper Rifle (AWP, SCAR-20, SSG 08), dan Grenades (High Explosion Grenade, Decoy, Smoke, Incendiary, Flashbang). Setelah mengetahui tipe-tipe senjata, pemain dapat mempelajari peta lokasi dan posisi yang sesuai untuk menembak. Radar akan sangat membantu dalam memprediksi posisi teman dan musuh di sekitar posisi pemain.


Dalam memainkan game ini, pemain tidak hanya membutuhkan kemampuan menembak yang baik. Pemain juga berlatih akurasi dan presisi dalam menembak, teliti, cepat, dan hati-hati dalam melakukan tindakan, dan kerja sama dalam penyusunan strategi untuk mencapai keme-nangan. Seperti halnya game lain, misalnya seri DOTA, game online tidak hanya berdampak negatif pada anak. Dampak positif yang bermanfaat di luar permainan bisa berupa: cermat dalam menyusun strategi, penghilang stres yang dihasilkan oleh waktu belajar terlalu banyak, dan meningkatkan keahlian dalam berbahasa Inggris. Oleh karena itu, perlu adanya pengertian dari orang tua mengenai game online dan dampak-dampaknya serta bimbingan khusus dari orang tua dan manajemen waktu yang setimbang dengan aktivitas lain.

0 comments:

Post a Comment